Informasi KKN-TI
Profil Desa Dulohupa
Secara geografis dan administratif, Desa Dulohupa merupakan salah satu dari sembilan desa yang berada di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, dengan luas wilayah mencapai 97,24 hektar. Secara topografis, desa ini terletak pada ketinggian 0–200 meter di atas permukaan laut, sehingga memiliki potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, pemukiman, maupun pengembangan infrastruktur desa. Berdasarkan posisi geografisnya, Desa Dulohupa memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Desa Pilohayanga
Sebelah Timur : Sungai Bolango
Sebelah Selatan : Sungai Bolango
Sebelah Barat : Desa Hulawa
Berdasarkan data kependudukan tahun 2025, Desa Dulohupa memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.926 jiwa, yang terdiri dari 984 jiwa laki-laki dan 942 jiwa perempuan. Struktur sosial masyarakat masih sangat kental dengan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong, sehingga menjadi modal sosial penting dalam mendukung keberhasilan program pembangunan partisipatif di desa. Dari sisi ekonomi, mayoritas penduduk Desa Dulohupa bekerja sebagai petani, disamping itu ada pula yang bekerja sebagai buruh tani, peternak, tukang batu bata/kayu, buruh bangunan, usaha kios, serta kerajinan. Potensi utama desa terletak pada sektor pertanian, khususnya persawahan dengan komoditas unggulan padi dan jagung. Selain itu tanaman keras yang melalui proses adaptasi sebagian dapat berproduksi dengan baik pada tempat yang tergolong rendah dengan keadaan tanah kering.
Terdapat fasilitas pendidikan tingkat dasar seperti Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Namun, untuk melanjutkan ke jenjang SMP/MTS, siswa harus menempuh perjalanan ke luar desa yang menegaskan pentingnya aksesibilitas yang baik. Terdapat Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang aktif melayani kesehatan ibu dan anak, serta sebuah Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) untuk layanan kesehatan dasar. Selain itu, juga terdapat Puskesmas yang menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang lebih komprehensif.
Sebagian besar warga telah menggunakan sumur gali dan jaringan air bersih desa. Program sanitasi dasar juga mulai dikembangkan, termasuk pembangunan jamban sehat dan fasilitas MCK umum. Kondisi jaringan jalan di Desa Dulohupa sebagian besar sudah beraspal, meskipun masih terdapat beberapa ruas yang berupa jalan tanah atau kerikil. Jalan lingkungan desa juga umumnya sudah diperkeras, namun di beberapa titik ditemukan kerusakan seperti jalan berlubang yang dapat mengganggu kenyamanan dan membahayakan pengguna jalan. Adapun jalan utama desa telah terhubung langsung dengan pusat kecamatan sehingga memudahkan mobilitas masyarakat, baik dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun akses terhadap layanan publik. Pengelolaan sampah di Desa Dulohupa masih dilakukan secara individu oleh setiap rumah tangga dan belum tersedia Tempat Pengolahan Sampah (TPS) komunal yang dapat dimanfaatkan bersama. Selain itu, isu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga masih menjadi perhatian utama di setiap dusun, mengingat kondisi sebagian rumah warga belum memenuhi standar kelayakan.
Lingkup KKN-TI dan Program Kerja
Lingkup KKN-TI di Desa Dulohupa yaitu Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Pengelolaan Sampah. Desa Dulohupa terletak di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Luas wilayah 97,24 ha dengan penduduk 1.926 jiwa. Struktur ekonomi beragam mencakup pertanian (padi, jagung), peternakan, dan UMKM. Sarana pendidikan, kesehatan, dan peribadatan cukup memadai, namun infrastruktur dasar perlu peningkatan.
Pada tahun 2024, Kementerian PU membangun Sanimas SPALD-S di Desa Dulohupa, Kecamatan Telaga sebanyak 21 unit melalui APBN sebesar Rp350.000.000. Desa ini memiliki potensi besar namun masih dihadapkan pada tantangan infrastruktur dasar yang krusial. Berdasarkan IMAP, ditemukan masalah utama berupa pengelolaan sampah yang buruk dengan adanya 22 titik pembuangan liar, di mana warga masih membakar atau membuang sampah ke sungai dan saluran air. Selain itu, infrastruktur fisik seperti jalan lingkungan masih banyak yang berupa tanah/kerikil dan rusak, drainase tersumbat yang memicu genangan, serta masih terdapat 28 unit RTLH (4,31%) dan 16 jiwa belum memiliki akses jamban sehat (hanya 20% yang layak).
Program yang sudah dijalankan, meliputi:
Pembuatan Peta IMAP
Pembuatan Gambar Kerja dan DED (TPS3R, RLH, MCK, jamban, bak sampah, jalan);
Sosialisasi pengolahan sampah organik model Takakura
Sosialisasi CTPS & pengelolaan sampah di SD
Pembuatan peta administrasi desa, dan video profil desa.
Rekomendasi/Tindak Lanjut
Rekomendasi/Tindak Lanjut di Desa Dulohupa, meliputi:
Membentuk Kelompok Pemanfaatan dan Pemelihara (KPP) melalui SK Kepala Desa;
Menetapkan iuran penjemputan sampah melalui musyawarah desa;
Melaksanakan rencana operasional pengelolaan sampah harian di TPS3R (pemilahan, pengomposan, daur ulang); dan
KPP bertanggung jawab atas pemeliharaan rutin sarana sanitasi dan infrastruktur yang dibangun.
Best Practices
Mahasiswa KKN-TI Universitas Negeri Gorontalo melakukan aksi nyata yang dilakukan meliputi:
Perencanaan Teknis: Menyusun Peta IMAP, Peta Administrasi Desa, serta dokumen DED dan RAB untuk pembangunan TPS-3R, MCK, RLH, jamban sehat, dan perbaikan jalan;
Pemberdayaan Masyarakat: Mengadakan pelatihan pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos menggunakan metode Takakura dan sosialisasi PHBS dan CTPS di sekolah dasar; dan
Kelembagaan: Membentuk KPP melalui Surat Keputusan Desa untuk memastikan infrastruktur yang dibangun dapat dikelola secara berkelanjutan.
Dokumentasi Foto KKN-TI (6 foto)
Sosialisasi CTPS dan PHBS di Sekolah Dasar
Survei Kondisi Rumah Tidak Layak Huni
FGD 1 Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi (IMAP) ke Warga Desa Dulohupa
FGD 2 Penyampaian IMAP, Diskusi dan Tindak Lanjut Perbaikan dan DED
FGD 3 Penyusunan RAB, RKM, DED mengenai rancangan TPS3R, RLH, MCK, Jamban, Bak Sampah dan Jalan Lingkungan
Kondisi Sampah Liar di Desa Doluhupa